PT Financial Wiramitra Danadyaksa (FWD) atau yang sebelumnya dikenal
sebagai PT Asuransi Agrapana Aksata menjadi pemain baru di dunia
asuransi jiwa Indonesia.
Sebagai pemain baru, perusahaan yang didirikan
pada bulan November 2012 ini memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam
membidik para calon nasabah asuransi.
"Sekarang orang sudah mulai kena sindrom nomophobia, orang lebih
takut ketinggalan handphonenya ketimbang dompetnya barangkali. Nah kami
menggunakan pendekatan berbasis elektronik. Jadi mulai pengenalan hingga
polis diterima nasabah dilakukan secara digital," kata Chief Operating
Officer FWD Life Indonesia Lee San Yuen di Jakarta, Selasa (4/2).
Lee mengatakan, jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2013
mencapai 74,6 juta atau meningkat 22 persen dibanding tahun 2012 yang
mencapai 61,1 juta pengguna internet. Besarnya potensi itu yang kemudian
dimanfaatkan oleh perseroan.
"Kami perusahaan asuransi jiwa pertama yang sepenuhnya berbasis
elektronik di Indonesia dan itu menjadi pembeda utama kami dengan
perusahaan asuransi jiwa lain di Indonesia," jelas Lee.
Lee menilai, penetrasi industri asuransi di Indonesia masih kurang
maksimal. "Kami akan melancarkan strategi marketing yang agresif,"
ungkap Lee.
Untuk proses klaim, Lee mengaku tidak bisa sepenuhnya dilakukan
secara elektronik mengingat ada pihak ketiga yang terlibat dalam proses
klaim.
"Klaim semaksimal mungkin juga dilakukan secara elektronik. Tapi
karena ada pihak ketiga, misalnya kepolisian, jadi tidak bisa 100 persen
secara elektronik tapi klaim di kami secara elektronik," ungkap Lee.
FWD mendapatkan lisensi beroperasi di Indonesia dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
pada bulan Februari 2013. FWD mematok target 1.200 agen asuransi di
tahun pertama dan masuk dalam 10 besar perusahaan asuransi di Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar